Jonatan Tarigan Disorot di Balik Aksi THM di Polda Sumut, Dugaan Mobilisasi Massa Mencuat

Aksi massa yang memprotes keberadaan tempat hiburan malam (THM) dan berlangsung di sekitar Mapolda Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026)

SINARSUMUTNEWS.COM/MEDAN

Aksi massa yang memprotes keberadaan tempat hiburan malam (THM) dan berlangsung di sekitar Mapolda Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026), menuai perhatian.

Sorotan mengarah kepada anggota DPRD Sumatera Utara, Jonatan Tarigan, setelah dirinya disebut terlihat berada di sekitar lokasi massa menyampaikan aspirasi.

Keberadaan Jonatan tersebut kemudian memunculkan dugaan mengenai keterlibatannya dalam aksi, termasuk isu bahwa massa aksi diduga dimobilisasi. Namun, dugaan tersebut hingga kini belum mendapat penjelasan langsung dari Jonatan Tarigan.

seorang pria yang diduga Jonatan Tarigan terlihat mengenakan topi hitam dan baju merah di sekitar kawasan aksi, dengan jarak sekitar 100 meter dari titik massa menyampaikan aspirasi.

Pantauan di lokasi, seorang pria yang diduga Jonatan Tarigan terlihat mengenakan topi hitam dan baju merah di sekitar kawasan aksi, dengan jarak sekitar 100 meter dari titik massa menyampaikan aspirasi.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, Jonatan juga terlihat menggunakan mobil bernomor polisi BK 1592 LAG dan sempat berada di salah satu gerai ritel modern di depan Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja.

Di lokasi yang sama, seorang pria yang mengaku sebagai awak media terlihat mengambil dokumentasi kegiatan massa. Pria tersebut kemudian disebut dijemput oleh Jonatan Tarigan.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Mereka meminta keberadaan legislator tersebut di sekitar lokasi aksi dijelaskan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Aldo Tarigan, mahasiswa PB IMBISU (Pengurus Besar Mahasiswa Binjai Sumatera Utara), mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Jonatan dalam aksi tersebut.

“Kita sebagai mahasiswa mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Jonatan Tarigan dalam aksi yang diklaim sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait persoalan THM di Langkat,” kata Aldo, Rabu (7/10/2026).

Menurut Aldo, posisi Jonatan sebagai anggota DPRD Sumut dari Dapil XII, yang mencakup wilayah Binjai dan Langkat, membuat keberadaannya dalam situasi tersebut penting untuk dijelaskan kepada publik. Jonatan tercatat sebagai anggota DPRD Sumut terpilih periode 2024-2029 dari PDIP Dapil XII.

“Keberadaannya itu menimbulkan spekulasi liar dan kita minta untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain dugaan keterlibatan dalam aksi, berkembang pula isu mengenai kemungkinan adanya kaitan persoalan tersebut dengan persaingan bisnis tempat hiburan malam.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya hubungan keluarga antara Jonatan Tarigan dengan seorang tokoh berinisial ST yang disebut-sebut memiliki aktivitas dalam pengelolaan usaha hiburan malam.

ST juga disebut tengah membangun kembali sebuah bangunan yang diduga akan digunakan sebagai tempat hiburan malam di kawasan Desa Namurobe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya, di kawasan tersebut pernah berdiri dan beroperasi THM Marcopolo yang kemudian dibongkar oleh tim Forkopimda Sumatera Utara.

Kini, di lokasi yang sama disebut kembali berdiri bangunan baru yang berdasarkan informasi lapangan pengerjaannya telah mencapai sekitar 90 persen. Tempat tersebut bahkan dikabarkan akan diluncurkan pada malam pergantian tahun menuju 2027.

Namun, hingga kini belum diperoleh kepastian mengenai siapa pemilik maupun pengelola bangunan tersebut. Informasi yang menyebut tempat itu akan dikelola ST juga belum mendapat konfirmasi resmi.

Karena itu, muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa aksi yang mengangkat isu THM tidak hanya berkaitan dengan persoalan kepentingan publik, tetapi berpotensi bersinggungan dengan kepentingan bisnis. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Untuk mendapatkan keberimbangan pemberitaan, wartawan telah menghubungi Jonatan Tarigan dan meminta penjelasan mengenai keberadaannya di sekitar lokasi aksi serta dugaan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, untuk meminta tanggapan partai.

Pertanyaan yang disampaikan antara lain mengenai dugaan keterlibatan atau koordinasi aksi, sikap partai terhadap dugaan pengerahan maupun pemantauan massa, serta sejumlah isu lain yang berkembang terkait Jonatan Tarigan.

Namun hingga berita ini dipublikasikan, Jonatan Tarigan maupun Rapidin Simbolon belum memberikan tanggapan.

Dengan demikian, seluruh dugaan mengenai keterlibatan Jonatan Tarigan dalam aksi maupun isu persaingan bisnis THM tersebut masih menunggu klarifikasi dan bukti lebih lanjut.(Hd)

Lebih baru Lebih lama