Kasus Dugaan Pemukulan Siswa SMA N 2 Binjai Jadi Sorotan, Forum Guru Bersatu Dorong Penyelesaian Terbaik

Ketua DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai, Thomas Al Akbar, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua Dewan Pakar DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai, Adriadi, S.Pd., M.Pd., bertemu dengan Ketua Komite SMA Negeri 2 Binjai, Ir. Rencana Muli Sitepu, di Kaffe Sehati, Binjai, Minggu (27/9/2026).

SINARSUMUTNEWS.COM/BINJAI

Polemik terkait dugaan pemukulan terhadap seorang siswa di SMA Negeri 2 Binjai yang belakangan viral di media sosial dan telah memasuki jalur hukum mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Guru Bersatu Kota Binjai.

Untuk menggali informasi secara langsung mengenai apa yang sebenarnya terjadi, Ketua DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai, Thomas Al Akbar, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua Dewan Pakar DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai, Adriadi, S.Pd., M.Pd., bertemu dengan Ketua Komite SMA Negeri 2 Binjai, Ir. Rencana Muli Sitepu, di Sebuah Kaffe, di Kota Binjai, Minggu (27/9/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya memperoleh informasi yang lebih utuh terkait persoalan yang mencuat di SMA Negeri 2 Binjai, khususnya mengenai informasi dugaan pemukulan terhadap siswa yang disebut-sebut dilakukan oleh seorang oknum guru berinisial Y.

Adriadi mengatakan, kehadirannya dalam pertemuan tersebut merupakan bagian dari kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai.

Menurut Adriadi, pertemuan dengan pihak Komite Sekolah penting dilakukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dilihat secara lebih objektif dan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

"Dalam kapasitas saya sebagai Ketua Dewan Pakar DPD Forum Guru Bersatu Kota Binjai, kami ingin menggali informasi secara langsung mengenai apa sebenarnya yang terjadi di SMA Negeri 2 Binjai," ujar Adriadi.

Dalam pertemuan itu, lanjut Adriadi, pihak Komite SMA Negeri 2 Binjai juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat persoalan tersebut.

"Yang disampaikan dalam pembicaraan, pihak Komite SMA Negeri 2 Binjai menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila peristiwa ini telah membuat heboh media sosial dan masyarakat Kota Binjai," katanya.

Adriadi menegaskan, pihak komite dan sekolah akan berupaya mencari solusi terbaik atas persoalan tersebut. Menurutnya, langkah penyelesaian harus dilakukan dengan mengedepankan komunikasi dan kepentingan para pihak yang terlibat.

"Intinya, pihak komite dan pihak sekolah akan mencarikan solusi terbaik terkait persoalan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Adriadi menyampaikan bahwa pada Senin, 28 September 2026, pihak Komite Sekolah bersama SMA Negeri 2 Binjai direncanakan menggelar pertemuan untuk membahas persoalan tersebut secara lebih mendalam.

Ia berharap pertemuan itu dapat menghasilkan langkah penyelesaian yang dapat diterima para pihak sekaligus memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

"Insya Allah besok, Senin 28 September 2026, kedua pihak, yakni Komite Sekolah dan SMA Negeri 2 Binjai, akan menggelar pertemuan. Apa pun hasil pertemuan tersebut nantinya akan diinformasikan kepada publik. Kita berharap permasalahan ini dapat segera terselesaikan dengan baik," pungkas Adriadi.

Pertemuan di Kaffe Sehati tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong penyelesaian persoalan secara terbuka, sekaligus memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan informasi dan mencari jalan keluar atas polemik yang tengah menjadi perhatian masyarakat Kota Binjai. (Red)

Lebih baru Lebih lama