Cetak Sejarah Baru, KAHMI Sumut Bentuk Koperasi Gen Z Berbasis Jaringan Alumni

POTO BERSAMA: Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumut sesi Poto bersama usai pembentukan Koperasi Gen Z, di Kantor Rabbani, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (1/11/2026).(Dok : MW KAHMI Sumut)

SINARSUMUTNEWS.COM/MEDAN

Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara terus memperkuat perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Salah satu langkah strategis yang digagas adalah pembentukan Koperasi Gen Z, sebuah wadah kolaborasi yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan usaha anak muda.

Gagasan pembentukan Koperasi Gen Z tersebut mulai dimatangkan melalui kegiatan brainstorming kewirausahaan yang dipimpin Sekretaris Umum MW KAHMI Sumut, Dr. Ir. Zulkifli Ikhwan Harahap, M.Si., didampingi Ketua Bidang UMKM dan Koperasi KAHMI Sumut, Serasi Malem Sitepu, S.Pd., di Kantor Rabbani Fashion, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu (1/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Ikhwan Harahap menegaskan bahwa KAHMI memiliki kekuatan besar yang dapat menjadi modal strategis dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda. Kekuatan itu terletak pada jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, badan usaha milik negara (BUMN), perbankan, dunia usaha hingga komunitas profesional di luar negeri.

Menurutnya, jaringan alumni tersebut bukan sekadar kekuatan organisasi, tetapi merupakan modal sosial yang harus dioptimalkan untuk membuka akses pasar, memperluas peluang usaha, serta mempercepat pertumbuhan wirausaha muda.

"Jaringan KAHMI itu terbuka dan ada di mana-mana. Di pemerintahan, di BUMN, di perbankan, di kalangan pengusaha, hingga di luar negeri. Ini adalah modal sosial yang sangat mahal. Jika kita manfaatkan dengan benar, wirausaha muda kita akan melesat," ujar Zulkifli.

Ia menilai, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga keterbatasan akses jaringan, pasar, pendampingan bisnis, dan permodalan. Karena itu, Koperasi Gen Z diharapkan hadir sebagai penghubung antara potensi anak muda dengan sumber daya ekonomi yang dimiliki jaringan alumni KAHMI.

"Di KAHMI, kita tidak memulai dari nol. Kita memulai dari jaringan. Satu alumni KAHMI membuka pintu, seribu peluang akan terbuka. Itulah esensi dari Koperasi Gen Z ini, dari kita, oleh kita, untuk kita," tegasnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan bahwa pengembangan Koperasi Gen Z harus bertumpu pada tiga fondasi utama.

Pertama, mengoptimalkan jaringan alumni KAHMI sebagai kekuatan untuk membuka akses pasar, menghadirkan mentor bisnis, serta memperluas peluang permodalan bagi para wirausaha muda.

Kedua, membangun budaya kolaborasi antarpelaku usaha muda. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran. Dengan demikian, pelaku usaha dapat berbagi sumber daya, menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing produk.

Ketiga, mengembangkan sistem pengelolaan koperasi berbasis digital. Pemanfaatan teknologi dan aplikasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan tata kelola koperasi yang modern, transparan, profesional, dan akuntabel.

Sementara itu, Ketua Bidang UMKM dan Koperasi KAHMI Sumut, Serasi Malem Sitepu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Koordinator Presidium KAHMI Sumut, H. Rusdi Lubis, S.H., M.MA., atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan terhadap inisiatif pembentukan Koperasi Gen Z.

Menurut Serasi, dukungan pimpinan KAHMI Sumut menjadi energi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk mulai membangun kemandirian ekonomi melalui wadah usaha yang terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada abangda Haji Rusdi Lubis atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada generasi muda melalui pembentukan koperasi ini. Bagi saya, ini bukan sekadar pembentukan sebuah lembaga usaha, melainkan sebuah kesempatan untuk membangun kemandirian para pemuda," ungkap Serasi.

Ia berharap dukungan tersebut menjadi titik awal terbentuknya sinergi yang lebih kuat antara pimpinan, alumni, dan generasi muda dalam membangun koperasi yang produktif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Serasi menegaskan, Koperasi Gen Z tidak hanya diarahkan sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga menjadi simpul kekuatan baru dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif anak muda. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi memperkuat keberlanjutan kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan menghadirkan ruang aktualisasi baru bagi mahasiswa melalui kewirausahaan dan kemandirian ekonomi.

"Kami di Bidang UMKM dan Koperasi akan segera mewujudkan ekosistem bisnisnya. Target kita, Koperasi Gen Z KAHMI Sumut menjadi koperasi modern dan terbesar yang dikelola oleh Gen Z di Sumatera Utara," tegasnya.

Ia menjelaskan, Koperasi Gen Z dirancang terbuka bagi kelompok usia 17 hingga 35 tahun dengan sejumlah sektor usaha prioritas, meliputi ekonomi kreatif, kuliner, fesyen, teknologi, serta jasa digital.

Melalui koperasi ini, KAHMI Sumut ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pencipta lapangan kerja. Anak muda didorong untuk saling berkolaborasi, mengembangkan potensi usaha, memperluas jaringan bisnis, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Kehadiran Koperasi Gen Z juga diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis generasi muda yang dapat direplikasi oleh majelis wilayah KAHMI di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengandalkan kekuatan jaringan alumni, semangat kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital, Koperasi Gen Z KAHMI Sumut diharapkan mampu berkembang menjadi lebih dari sekadar wadah berhimpun. Koperasi ini diharapkan menjadi ekosistem bisnis yang melahirkan wirausaha muda mandiri, inovatif, profesional, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Red)

Lebih baru Lebih lama