![]() |
| Poto : Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Nasional Pemuda Indonesia (PP PNPI), Syamsul Rizal, SH, S.Sos |
Jakarta/SINARSUMUTNEWS.COM
Di tengah derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, dan ketatnya persaingan ekonomi dunia, sinergitas antara pemuda dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus mewujudkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Tanpa kolaborasi yang kokoh, cita-cita menghadirkan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia akan sulit diwujudkan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Nasional Pemuda Indonesia (PP PNPI), Syamsul Rizal, SH, S.Sos, menegaskan bahwa generasi muda merupakan kekuatan strategis bangsa yang harus diberi ruang untuk menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar menjadi objek kebijakan pemerintah.
Menurutnya, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan diselenggarakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat konstitusi tersebut, katanya, hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa, terutama kalangan pemuda.
"Pemuda adalah energi perubahan. Mereka memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Potensi itu harus diarahkan untuk memperkuat inovasi, kewirausahaan, penguasaan teknologi, ekonomi kreatif, serta membangun koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional," ujar Syamsul Rizal.
Mantan Ketua Umum KNPI itu menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab besar menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan generasi muda unggul melalui pendidikan yang berkualitas, pelatihan vokasi, kemudahan akses permodalan, pendampingan usaha, hingga penciptaan lapangan kerja yang layak.
Menurut Syamsul, sinergi tersebut bukan hanya akan melahirkan pemuda yang produktif dan berdaya saing global, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat serta berkomitmen menjaga kepentingan nasional.
Ia juga menilai kolaborasi antara pemuda dan pemerintah pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki posisi strategis dalam memperkuat persatuan bangsa, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Lebih lanjut, Syamsul menegaskan bahwa pemuda harus dilibatkan secara aktif dalam proses perumusan kebijakan publik, pengawasan pembangunan, hingga pencarian solusi atas berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, keterlibatan generasi muda akan memperkaya perspektif sekaligus mempercepat lahirnya inovasi di berbagai sektor.
"Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh pemerintah yang kuat, tetapi juga oleh pemuda yang berani berpikir, berinovasi, dan mengambil tanggung jawab untuk masa depan negaranya. Ketika pemerintah dan pemuda berjalan dalam satu irama, maka cita-cita Indonesia yang mandiri, berdaulat, adil, dan makmur bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan," tegasnya.
Ia berharap semangat gotong royong yang menjadi ruh Pasal 33 UUD 1945 terus dihidupkan dalam setiap kebijakan pembangunan nasional sehingga seluruh potensi bangsa dapat disatukan demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.(San)
