Dari Gerakan Sosial hingga Dunia Kepemudaan, Arie Nurwanto Sebut Adriadi Chan Layak Pimpin KAHMI Binjai

Adriadi Chan, S.Pd, M.Pd 

SINARSUMUTNEWS.COM/BINJAI

Dukungan terhadap Adriadi Chan, S.Pd, M.Pd untuk maju sebagai Ketua Majelis Daerah KAHMI Kota Binjai periode 2026–2031 terus mengalir.

Kali ini, dukungan datang dari sosok yang tidak asing dalam dinamika kepemudaan, demokrasi dan hukum di Kota Binjai, Arie Nurwanto, SH, MH. Kandidat Doktor Ilmu Hukum yang juga Komisioner KPU Kota Binjai itu menilai Adriadi Chan atau yang akrab disapa Bang Ajo memiliki rekam jejak panjang dan karakter kepemimpinan yang dibutuhkan KAHMI.

Pernyataan tersebut disampaikan Arie saat Ngopi Sore bersama sejumlah awak media di Pondok Salam, Sabtu (6/9/2026).

Menurut Arie, Adriadi bukan hanya memiliki pengalaman organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Bang Adriadi itu atau biasa disebut Bang Ajo adalah aktivis yang komplit. Meski berasal dari kalangan pendidik, beliau bisa beradaptasi dengan berbagai kalangan dengan baik tanpa memandang dari kalangan mana pun. Apalagi respons sosialnya yang luar biasa,” ujar Arie.

Bagi Arie, kepemimpinan tidak cukup hanya dibuktikan melalui jabatan organisasi. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Ia pun mencontohkan kepedulian Adriadi ketika musibah kebakaran melanda warga di Kelurahan Timbang Langkat beberapa waktu lalu.

Tanpa menunggu instruksi atau seremoni, Adriadi disebut langsung bergerak secara personal menggalang bantuan. Perhatiannya bahkan diarahkan secara khusus kepada kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban kebakaran.

“Saya ingat betul ada beberapa momen bencana, beliau tidak lama menunggu dan langsung bertindak secara personal melakukan penggalangan bantuan, apakah dalam bentuk materi atau barang. Ini terbukti dengan bencana kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Timbang Langkat,” katanya.

Gerakan sosial tersebut kemudian mendapat respons dari salah seorang anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur, yang saat itu tengah melaksanakan ibadah umrah.

Menurut Arie, respons tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan Adriadi membangun komunikasi lintas elemen, termasuk dengan kalangan legislatif.

“Ini menunjukkan baiknya komunikasi beliau dengan kalangan legislatif,” tambah Arie, yang pernah menjadi aktivis mahasiswa dan menjabat Presiden Mahasiswa BEM Universitas Pembangunan Panca Budi Medan periode 2006/2007.

 Rekam Jejak Panjang Jadi Pertimbangan

Arie menegaskan, KAHMI Kota Binjai membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga telah teruji melalui perjalanan panjang dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

Ia mengingatkan agar Musda KAHMI nantinya tidak sekadar menjadi ruang untuk memilih sosok berdasarkan pertimbangan coba-coba.

“Jadi bagi KAHMI Kota Binjai, janganlah memilih ketua saat forum musyawarah nantinya dengan dasar coba atau memilih calon yang masih diragukan track record-nya. Harus memilih yang sudah melalui proses itu semua,” tegasnya.

Menurut Arie, perjalanan Adriadi dalam dinamika kepemudaan, sosial, politik dan keagamaan di Kota Binjai bukanlah sesuatu yang baru.

Sejak era reformasi hingga sekarang, kata dia, Adriadi masih terus menunjukkan eksistensinya di tengah berbagai perubahan zaman.

“Apalagi dari zaman reformasi 1997 sampai saat ini, lebih kurang 29 tahun, Bang Adi—biasa saya memanggilnya—masih tetap eksis dalam kehidupan dinamika kepemudaan, sosial, politik serta agama di Kota Binjai,” ungkapnya.

Pendidik yang Tetap Dekat dengan Gerakan Sosial

Adriadi Chan saat ini berprofesi sebagai tenaga pendidik di SMK Negeri 2 Kota Binjai. Namun, kiprahnya tidak berhenti di lingkungan pendidikan.

Ia dikenal luas dalam aktivitas kepemudaan dan organisasi. Adriadi pernah menjabat Pj. Ketua Umum HMI Cabang Binjai Langkat dan menjadi Ketua Umum HMI Cabang Binjai pertama setelah pemekaran Cabang Binjai Langkat.

Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Kota Binjai pada masa kepemimpinan Mishardinata, SE.

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosok Adriadi dinilai memiliki modal pengalaman yang cukup untuk membawa KAHMI Kota Binjai menghadapi tantangan ke depan.

Dukungan serupa juga datang dari salah seorang pejabat eselon II Pemko Binjai yang pernah bersama Adriadi dalam kepengurusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Binjai.

Pejabat tersebut mengenang bagaimana Adriadi aktif dalam berbagai kegiatan sosial ketika sama-sama berada di lingkungan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Binjai.

Saat itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Kwarcab, sementara pejabat tersebut dipercaya sebagai bendahara dan Timbas Tarigan yang ketika itu menjabat Wakil Wali Kota Binjai menjadi ketua.

Salah satu program yang dikenang adalah kegiatan “Suling” atau Subuh Keliling di sejumlah kecamatan di Kota Binjai.

“Dengan salah satu program andalan Suling atau Subuh Keliling di setiap kecamatan yang ada di Kota Binjai, beliau selalu hadir di depan. Jadi betul kata Bang Arie, beliau ini paket komplit secara personal,” ungkapnya.

Ia menilai latar belakang organisasi keagamaan yang dimiliki Adriadi tidak membuatnya berjarak dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Walau berasal dari background organisasi keagamaan, namun jiwa sosialnya tak perlu dipertanyakan lagi,” katanya.

Menunggu Amanah Musda

Bagi Arie, dukungan kepada Adriadi bukan berarti harus merendahkan atau menjatuhkan calon lainnya. Musda tetap harus menjadi ruang demokratis bagi keluarga besar KAHMI Kota Binjai untuk menentukan pilihan terbaik.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen KAHMI dan masyarakat untuk mendoakan agar proses Musda berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin bermanfaat.

“Untuk lebih lanjut, mari kita doakan agar Bang Adi, Insya Allah, diberikan amanah sebagai Ketua Majelis Daerah KAHMI Kota Binjai periode 2026–2031 pada Musda KAHMI yang akan digelar 13 September 2026. Tanpa juga merendahkan atau menjatuhkan calon yang lain,” pungkasnya.

Musyawarah Daerah KAHMI Kota Binjai dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 mendatang. Dalam forum tersebut, arah kepemimpinan KAHMI Kota Binjai untuk lima tahun ke depan akan ditentukan. (Sn)

Lebih baru Lebih lama