SINARSUMUTNEWS.COM/BINJAI
Suasana sore di hari ke-14 Ramadhan 1447 Hijriah terasa berbeda di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (04/03/2026). Tepat di depan Vihara Setia Budha, senyum dan sapaan hangat mewarnai pembagian takjil yang digelar oleh Yayasan Bhakti Sosial Bersama (BSB).
Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas dan para pengguna jalan yang tengah menjalankan ibadah puasa. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas, aksi sederhana itu menghadirkan pesan mendalam: kebersamaan dan toleransi tak mengenal batas perbedaan.
Ketua Yayasan BSB, Min Wie, didampingi pengurus Yo Emil Lines dan Iwan Nasution, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka, melainkan juga menjaga dan mempererat hubungan antarumat beragama di Kota Binjai.
“Dengan berbagi kepada masyarakat Kota Binjai yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, semoga apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Yayasan Bhakti Sosial Bersama aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan. Tak hanya membagikan sembako dan bantuan sosial, yayasan ini juga konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, dan para lansia. Kolaborasi dengan berbagai pihak kerap mereka lakukan demi memperluas manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan pembagian takjil kali ini turut didukung oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Binjai dan pihak Kepolisian Resor Binjai. Aksi sosial ini menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Ramadhan sebagai wujud nyata kepedulian lintas elemen masyarakat.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nasution, S.H., M.H., Plt. Camat Binjai Kota Juanda Sukma S.T., M.Tr.AP., Kapolsek Binjai Kota AKP Diah Retno Sari S.T., S.H., M.Tr.AP., perwakilan FKUB Kuncoro dan Syahrial, Plt. Lurah Pekan Binjai Khanalti, S.E., serta seluruh pengurus dan anggota Yayasan BSB.
Di tengah perbedaan yang kerap menjadi sekat, sore itu Binjai menunjukkan wajahnya yang teduh. Takjil yang dibagikan mungkin sederhana, namun makna di baliknya begitu besar: bahwa kepedulian dan toleransi adalah jembatan yang menguatkan persatuan.
Ramadhan pun kembali menjadi momentum, bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga untuk menumbuhkan cinta kasih antar sesama. (Salamudin)



