SINAR SUMUT NEWS, BINJAI | Perasaan was-was dan trauma yang mendalam kini menyelimuti Malem Beru Meilala, warga Desa Namorambe, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Sejak ia melaporkan kasus dugaan pengancaman dan teror ke Polres Binjai, hingga kini pelakunya masih bebas berkeliaran dan aksi teror terus dilakukan secara terang-terangan.
Berdasarkan Laporan resmi yang teregistrasi dengan nomor LP/B/135/II/2026/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA seolah jalan di tempat. Akibatnya, korban merasa keselamatannya kini berada di ujung tanduk.
Kejadian mencekam itu bermula pada Rabu tanggal 25 Februari 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat Malem sedang beristirahat, ia dikejutkan oleh suara gaduh yang merusak ketenangan malam. Terlapor berinisial B diduga sengaja mendatangi rumah korban dan meledakkan senapan angin berulang kali. Tak hanya itu, pelaku juga melempari rumah Malem dengan batu hingga menciptakan suasana horor.
"Pelaku membuat kegaduhan dengan menembakkan senapan angin berulang-ulang. Ini membuat saya sangat terganggu dan takut di dalam rumah sendiri," kata Malem saat memberikan keterangan, Minggu (8/3/2026).
Lebih lanjut, bentuk intimidasi yang dilakukan B tidak main-main. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi B diduga kuat merupakan perintah dari seorang ketua ormas berinisial E. Motif pengancaman ini disinyalir berkaitan dengan upaya penguasaan rumah yang saat ini ditempati oleh korban. Selain tembakan, B juga kerap menebar teror fisik dengan menyeret-nyeret klewang (senjata tajam) di atas aspal tepat di depan rumah korban.
"Sembari menyeret sajam yang mengeluarkan bunyi gesekan besi, pelaku melontarkan ancaman verbal. Jangan kau kuasai yang bukan milikmu," jelas Malem menirukan teriakan pelaku yang terus menghantuinya.
Malem mengaku kecewa dengan lambannya proses hukum. Ia merasa dibiarkan menghadapi teror tersebut sendirian tanpa perlindungan yang pasti dari pihak berwajib.
"Hati saya tidak tenang, setiap malam saya merasa dihantui ketakutan. Saya tidak tahu harus mengadu ke mana lagi kalau polisi saja belum bertindak tegas," keluh Malem dengan nada getir.
Ia sangat berharap agar Polres Binjai segera menangkap pelaku dan dalang di balik aksi premanisme ini. "Harapan saya cuma satu, saya minta keadilan dan kepastian hukum. Tolong tangkap pelakunya agar saya bisa tidur nyenyak lagi di rumah saya sendiri," pungkasbya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait mandeknya kasus ini. Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Yosia Cladius Peter Siagian, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan respons meskipun pesan sudah terkirim. (Salamuddin)
![]() |
| Teks Foto : Laporan Malem Beru Meilala ke Mapolres Binjai yang diduga lamban direspon Satreskrim Polres Binjai, hingga keselamatannya terancam. |

