Warga Resah, Parkiran Warkop di Jalan Kartini Tutupi Separuh Jalan

-Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Aktivitas parkir di salah satu warung kopi di Jalan R.A Kartini, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, memicu keresahan warga sekitar, Minggu (10/6/2026) malam.

SINARSUMUT.COM/BINJAI 

Aktivitas parkir yang semrawut di salah satu warung kopi di Jalan R.A Kartini, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, memicu keresahan warga sekitar.

Kendaraan pengunjung yang memadati badan jalan setiap hari dinilai telah mengganggu ketertiban lalu lintas hingga menyulitkan aktivitas masyarakat setempat.

Pantauan di lokasi menunjukkan deretan sepeda motor milik pengunjung kerap memenuhi sisi jalan, bahkan hingga menutupi hampir setengah badan jalan. Kondisi tersebut membuat akses warga menjadi sempit dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam ramai.

Keluhan demi keluhan pun mulai bermunculan dari masyarakat. Warga mengaku tidak lagi nyaman melintas di kawasan tersebut karena harus berhati-hati melewati kendaraan yang parkir sembarangan.

Aktivitas parkir yang semrawut di salah satu warung kopi di Jalan R.A Kartini, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota, memicu keresahan warga sekitar.

“Ini sudah sangat mengganggu. Jalan jadi sempit, warga yang mau lewat pun kesulitan,” ujar Juliadi, salah seorang warga setempat, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, persoalan parkir liar itu bukan lagi keluhan segelintir orang, melainkan keresahan hampir seluruh warga di sekitar lokasi. Aktivitas harian masyarakat terganggu karena akses jalan yang semestinya lancar kini berubah menjadi area parkir dadakan.

Situasi semakin diperparah karena warung kopi tersebut beroperasi hingga 24 jam. Akibatnya, kepadatan kendaraan nyaris terjadi sepanjang hari tanpa penataan parkir yang jelas.

“Saya rasa pengelolaan parkir dari pihak warkop belum maksimal. Keluhan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan, tapi sampai sekarang belum ada solusi,” tambahnya dengan nada kecewa.

Tak hanya warga sekitar, pengguna jalan lain juga ikut terdampak. Banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan bahkan harus bergantian melintas karena badan jalan menyempit akibat parkir yang memakan ruas jalan.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penertiban sebelum kondisi semakin parah dan memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kami bukan melarang orang berusaha. Kami hanya ingin ada ketertiban, supaya warga dan pengguna jalan tetap nyaman,” tegas Juliadi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak warung kopi yang bersangkutan belum mau memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut. (Blk)

Lebih baru Lebih lama